CV Kans Indonesia bersama KKN 47 UNS Mengadakan Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Lahan Kosong Guna Ketahanan Pangan di Desa Seloromo

KARANGANYAR, 2 Februari 2026 — Dalam upaya menjawab tantangan ketersediaan pangan di masa depan, CV Kans Indonesia bersama mahasiswa KKN 47 Universitas Sebelas Maret (UNS) menginisiasi program pelatihan serta pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong yang tersedia di Desa Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah kongkrit untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

Program yang dilaksanakan pada awal Februari tersebut menghadirkan berbagai sesi edukasi dan praktik yang mengajak warga Desa Seloromo melihat potensi lahan kosong sebagai sumber daya produktif. Masyarakat setempat diberikan pemahaman tentang cara mengolah lahan yang tidak tersentuh guna menghasilkan pangan yang bergizi, tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar desa.

Melalui kegiatan ini, tim KKN bersama pihak CV Kans Indonesia tidak hanya memberikan materi teori, namun juga pendampingan langsung di lapangan. Para peserta diajak untuk melakukan pengolahan tanah, perencanaan pola tanam, serta teknik sederhana bercocok tanam yang bisa diterapkan di lahan kosong di lingkungan masing-masing. Hal ini diharapkan bisa menjadi contoh riil pemanfaatan potensi lokal untuk kebutuhan pangan harian keluarga.

Pendampingan yang dilakukan meliputi diskusi langsung antara mahasiswa dan warga, penyusunan rencana tanam terpadu, serta demonstrasi praktis pengolahan lahan. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, terutama ketika melihat bagaimana lahan yang sebelumnya tidak digunakan dapat disulap menjadi area budidaya sayuran dan tanaman pangan lain yang memberikan manfaat nyata.

CV Kans Indonesia juga membekali warga dengan panduan langkah pemanfaatan lahan secara mandiri, sehingga setelah kegiatan selesai warga tetap dapat meneruskan program ini dengan percaya diri. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan di Desa Seloromo, tetapi juga menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan potensi lokal dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *