PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama CV Kans Indonesia melaksanakan kegiatan Sosialisasi Product Market Fit (PMF) Preci Rice di Provinsi Lampung pada 26–30 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di empat kabupaten sentra produksi padi, yaitu Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Tulang Bawang. Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen PT Pupuk Indonesia dan CV Kans Indonesia dalam mendorong penerapan pertanian presisi berbasis data guna meningkatkan produktivitas padi serta efisiensi penggunaan pupuk di wilayah lumbung pangan nasional.
Melalui pendekatan Product Market Fit, kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa solusi Preci Rice benar-benar selaras dengan kebutuhan petani dan karakteristik wilayah pertanian di Provinsi Lampung. Setiap kabupaten memiliki kondisi agroekologi, pola tanam, serta tantangan budidaya yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang adaptif dan berbasis data.
Dalam rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut, tim PT Pupuk Indonesia dan CV Kans Indonesia memaparkan konsep utama Preci Rice, termasuk:
- Pemanfaatan data lahan dan kondisi tanah
- Rekomendasi pemupukan presisi padi
- Integrasi informasi agronomis berbasis teknologi
- Pendekatan efisiensi biaya produksi melalui pemupukan tepat dosis
Pendekatan ini diharapkan mampu membantu petani dalam mengambil keputusan budidaya secara lebih akurat dan terukur.
Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi Preci Rice juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama petani, penyuluh pertanian, serta pemangku kepentingan daerah. Masukan yang diperoleh selama kegiatan di Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Tulang Bawang menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan implementasi Preci Rice ke depan.
Partisipasi aktif peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap inovasi teknologi pertanian presisi, khususnya dalam menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan efisiensi penggunaan pupuk.
Melalui sosialisasi Product Market Fit Preci Rice di Provinsi Lampung ini, PT Pupuk Indonesia dan CV Kans Indonesia berharap dapat mempercepat adopsi teknologi pertanian presisi di tingkat petani. Optimalisasi pemupukan berbasis data diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Sinergi antara PT Pupuk Indonesia dan CV Kans Indonesia ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan transformasi digital sektor pertanian, khususnya pada komoditas padi di Provinsi Lampung.


