Limbah rumah tangga menjadi salah satu penyumbang polusi di lingkungan akibat kurangnya pengetahuan terkait pemilahan sampah yang baik. Masyarakat biasanya hanya menimbun atau membakar sampah tersebut sehingga menyebabkan polusi udara, selain itu sampah organik seperti sisa sisa makanan menyebabkan bau tidak sedap yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu penting sekali untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan limbah rumah tangga.
Kans.id melakukan sosialisasi dan pelatihan penerapan Zero Waste dan Integrated Composting pada hari Selasa, 30 Januari 2024 di Desa Cepogo, Boyolali. Pelatihan ini meliputi kegiatan edukasi terkait jenis-jenis sampah dan bagaimana memilah sampah dengan baik serta cara pengelolaanya agar terwujudnya konsep zero waste di lingkungan masyarakat.
Zero waste memiliki prinsip untuk menghindari pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan memaksimalkan pemanfaatan kembali sumber daya dengan cara yang lebih bertanggung jawab. Salah satu upayanya adalah dengan pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga. Manfaat dari adanya pembuatan kompos ini selain mengurangi jumlah sampah rumah tangga tentu dapat menekan biaya produksi para petani yang sebelumnya masih mengandalkan penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemari tanah. Pupuk kompos tentu tidak diragukan lagi manfaatnya sebagai penyubur tanaman. Kompos mengandung nutrisi yang sangat baik untuk tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Dengan menggunakan kompos sebagai pupuk, tanah akan menjadi lebih subur dan mendukung pertumbuhan tanaman.


