Inovasi Pengelolaan Limbah Ternak: Pelatihan Pembuatan Pupuk Kandang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Pertanian di Desa Musuk

Pemberian pupuk kandang dalam jangka waktu lama dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aerasi tanah. Sementara itu, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dalam jangka waktu lama akan mengeraskan tanah sehingga tanah kian rusak. Penggunaan pupuk kandang secara murni ataupun dikombinasikan dengan pupuk anorganik sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman pertanian melalui perbaikan struktur tanah dan penyediaan unsur hara. Pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik juga dapat bermanfaat bagi peternak. Pasalnya, kotoran yang semula dianggap sebagai limbah dapat diolah dan digunakan. Dengan begitu, peternak bisa memanfaatkannya untuk keperluan pribadi atau dijual untuk mendatangkan pendapatan sampingan. Pengolahan kotoran menjadi pupuk juga menjadi solusi untuk mengatasi limbah yang dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan.

Pupuk kandang sapi terbuat dari campuran kotoran sapi, urine, dan sisa-sisa pakan yang diendapkan pada suatu tempat selama beberapa waktu. Pupuk organik ini dapat memperbaiki struktur tanah dan penyediaan unsur hara tanah. Mayoritas masyarakat Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali telah lama memelihara ternak dengan jenis sapi dan kambing. Ternak yang dimiliki tentunya setiap harinya mengeluarkan limbah berupa kotoran yang dapat diolah menjadi pupuk kandang. Kans.id memberikan pelatihan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk kandang siap guna. Kotoran ternak yang telah kering di letakkan pada alas terpal lalu di semprot dengan campuran air yang telah diberikan MOL dan molase. Penyemprotan dilakukan hingga semua bagian kotoran ternak menjadi lembab dan dicampur secara merata. Setelah merata  terpal ditutup sehingga proses fermentasi dapat berlangsung. Penyemprotan dilakukan berulang seminggu sekali hingga pupuk matang. Pupuk yang telah matang biasanya memiliki ciri-ciri berwarna gelap, telah menjadi remah, dan memiliki bau yang tidak menyengat lagi. Proses ini umumnya memerlukan waktu kurang lebih 1-2 bulan. Adanya pelatihan ini harapannya dapat membantu masyarakat dalam mengelola limbah ternak menjadi pupuk yang dapat bermanfaat.

Inovasi Pengelolaan Limbah Ternak: Pelatihan Pembuatan Pupuk Kandang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Pertanian di Desa Musuk
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *