Humus Bambu merupakan salah satu media tanam dan pupuk organik alternatif yang memiliki banyak manfaat. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kegunaan dan manfaat bambu semakin berkembang. Dari segi manfaat, terutama daun bambu kebanyakan masyarakat menganggap pada saat daun telah jatuh dan berserakan,daun bambu sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi sehingga lebih memilih untuk membersihkan serta membakarnya. Kans.id memberikan pelatihan pemanfaatan daun bambu menjadi humus bambu dalam upaya memecahkan masalah banyaknya daun bambu yang berserakan dan tidak termanfaatkan di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.
Humus bambu ini dibuat dengan cara mengumpulkan daun bambu kering yang lalu di fermentasi dalam terpal menggunakan MOL buatan sendiri dan molase. Humus bambu memiliki unsur hara P dan K yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Humus bambu juga dapat membantu dalam memperbaiki kesuburan tanah dan struktur tanah menjadi lebih gembur. Humus bambu sebagai pupuk membantu menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman dan membawa banyak mikroorganisme menguntungkan bagi tanah. Humus daun bambu juga biasanya memiliki Trichoderma yaitu salah satu jenis cendawan menguntungkan yang dapat mencegah jamur penyakit pada tanaman. Selain itu penggunaan humus bambu juga merupakan langkah ramah lingkungan yang dapat membantu petani dalam meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan sekaligus memperbaiki kesehatan tanah.


