PACITAN, 20 Januari 2026 — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat melalui kegiatan kolaboratif antara CV Kans Indonesia dan mahasiswa KKN 106 Universitas Sebelas Maret (UNS). Bertempat di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, kegiatan pelatihan pembuatan lubang biopori digelar sebagai langkah nyata dalam mendorong terwujudnya desa mandiri sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Kegiatan ini menyasar langsung warga desa dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas tanah sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah tangga. Pelatihan berlangsung secara interaktif dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan.
Sebagai narasumber utama, Alvito Seno Bachtiar, S.P. dari CV Kans Indonesia menyampaikan penjelasan teknis mengenai fungsi biopori, mulai dari peningkatan daya resap air tanah, pencegahan genangan, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos alami. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa biopori bukan sekadar solusi teknis, melainkan bagian dari strategi sederhana untuk menjaga keseimbangan lingkungan dari skala terkecil, yaitu rumah tangga.
“Lubang biopori memiliki peran penting dalam menghubungkan pengelolaan sampah organik dengan perbaikan struktur tanah. Jika diterapkan secara konsisten, dampaknya akan sangat terasa bagi lingkungan,” jelas Alvito.
Selain pemaparan materi, peserta juga dibekali leaflet edukatif yang memuat panduan lengkap pembuatan dan perawatan lubang biopori. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi warga untuk menerapkan biopori secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Pada sesi praktik, tim penyelenggara memperagakan secara langsung proses pembuatan lubang biopori menggunakan bor biopori serta alat pendukung lainnya. Demonstrasi dilakukan di salah satu rumah warga sebagai contoh proyek percontohan (pilot project). Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa KKN dan masyarakat yang kemudian melanjutkan pemasangan lubang biopori di beberapa titik rumah penduduk secara gotong royong.
Melalui sinergi antara CV Kans Indonesia dan KKN 106 UNS, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong Desa Watukarung menjadi contoh desa yang berhasil mengelola lingkungan secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi wilayah lain untuk menerapkan konsep serupa berbasis kesadaran dan peran aktif masyarakat.


