WONOGIRI, 1 Februari 2026 — Upaya mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN 157 Universitas Sebelas Maret (UNS) dan CV Kans Indonesia. Bertempat di Desa Watangsono, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati digelar sebagai respons atas tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.
Penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan dalam jangka panjang dinilai berpotensi merusak struktur tanah serta mengganggu keseimbangan ekosistem pertanian. Melalui pelatihan ini, petani diperkenalkan pada alternatif pengendalian hama yang lebih aman, murah, dan mudah dibuat dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan pelatihan menghadirkan Aghan Valery Azhary Hasyim, S.P. dari CV Kans Indonesia sebagai fasilitator utama. Dalam sesi penyampaian materi, Aghan menekankan pentingnya peralihan menuju sistem pertanian berkelanjutan guna menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang sekaligus menekan biaya produksi.
“Pestisida nabati merupakan solusi yang realistis bagi petani. Selain mengurangi ketergantungan pada produk kimia, penggunaannya juga membantu menjaga kesehatan tanah dan tanaman,” jelasnya di hadapan peserta.
Pada sesi teknis, peserta pelatihan diperkenalkan dengan daun pepaya sebagai bahan utama pestisida nabati. Tanaman ini dipilih karena mudah diperoleh, memiliki kandungan senyawa aktif papain, serta terbukti efektif dalam membantu mengendalikan hama tanaman. Proses pembuatan pestisida nabati diperagakan secara langsung dengan metode sederhana yang mudah diterapkan oleh petani.
Tahapan pembuatan meliputi pencacahan daun pepaya hingga halus untuk mengeluarkan zat aktif, perendaman hasil cacahan selama kurang lebih 24 jam, serta penyaringan larutan sebelum diaplikasikan ke tanaman. Metode ini dinilai praktis dan sesuai dengan kondisi petani skala kecil di pedesaan.
Selain praktik lapangan, warga juga menerima leaflet edukatif yang berisi panduan langkah demi langkah pembuatan dan penggunaan pestisida nabati secara mandiri. Diskusi berlangsung aktif, dengan antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait efektivitas, dosis, dan cara aplikasi pada berbagai jenis tanaman.
Program ini dinilai sangat relevan bagi mayoritas masyarakat Desa Watangsono yang berprofesi sebagai petani dan tengah menghadapi tantangan kenaikan harga input pertanian. Melalui kerja sama antara KKN 157 UNS dan CV Kans Indonesia, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju desa mandiri pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.


